Suryakencana, Wisata Kuliner di Chinatown Bogor


Jalan Suryakencana, kawasan Chinatown sebagai surga kuliner di Bogor

Mau wisata kuliner di Bogor? Datang saja ke Jalan Suryakencana. Kawasan Chinatown ini menyuguhkan banyak kuliner. Dari pepes sagu khas Bogor, lumpia basah, hingga bir kocok dapat Anda coba di sini. Sekali coba dijamin ketagihan!

Jika Yogya punya Malioboro dan Semarang punya Simpang Lima, maka Bogor punya Suryakencana sebagai kawasan kuliner. Jalan ini berada di seberang Kebun Raya Bogor, serta tak sulit untuk menemukannya. Jika dari Stasiun Bogor, Anda bisa naik angkutan umum (angkot) bernomor 02 jurusan Sukasari-Bubulak. Kendaraan pribadi pun dapat melintasi kawasan tersebut.

Ketika berkunjung ke Jalan Suryakencana, pada Minggu (6/1/2013). Saat itu, cuaca sedang mendung dan hujan rintik-rintik membasahi Kota Bogor. Meski demikian, Jalan Suryakencana tetap padat dan dikunjungi banyak wisatawan. Tak sedikit plat mobil B asal Jakarta melintasi jalanan ini. Di sepanjang jalannya, ada banyak rumah makan atau jajanan di pinggir jalan.

Jika Anda membawa kendaraan, sebaiknya parkirkan dulu di pinggir jalan. Tenang saja, pinggir-pinggir jalan di sini memang digunakan untuk parkir mobil. Petugas-petugas parkir dengan seragam oranye akan menunjukan tempat parkir yang kosong untuk Anda. Setelah itu, kuncilah kendaraan Anda dengan tepat dan benar.

Memang, berjalan kaki adalah pilihan tepat untuk berwisata kuliner di sini. Sebabnya, beberapa pedagang dengan gerobak menyajikan kuliner khas Bogor. Tak heran, pinggir jalannya selalu dipenuhi orang berlalu-lalang.

Salah satu jajanan di gerobak pinggir jalan adalah pepes sagu. Mungkin, Anda akan mengerutkan dahi saat mendengar jajanan ini. Tapi, pepes sagu ini punya rasa yang khas dan enak sekali.

Pepes sagu, rasanya mantap!

“Ada tiga rasa pepes sagu di sini, yaitu pisang, nangka, dan pisang keju. Harganya Rp 3.500 per potongnya. Selain itu, ada juga pepes pete, oncom, cumi, ikan tenggiri, dan yang lainnya,” kata pemilik jajanan pepes sagu ini, Daniel.

Saat mencoba sendiri jajanan ini. Enaknya, pepes ini dilahap saat sedang panas. Nyamm! Rasa sagunya begitu matang dan empuk saat dikunyah. Apalagi jika Anda mencoba rasa nangkanya, enak banget!

“Kami sudah sekitar 35 tahun berjualan di sini. Pepes sagu ini hanya ada di Bogor. kami juga melayani pesanan lho,” lanjut Daniel sembari menunjukan nomor telepon yang terpampang besar di gerobaknya.

Selain pepes sagu, jajanan khas Bogor lainnya adalah lumpia basah. Ukurannya besar-besar dan rasanya sungguh enak. Harga per posinya adalah Rp 9.000. Inilah lumpia asli Bogor yang tidak kalah dengan lumpia di Semarang. Makanlah selagi panas, cocok untuk menghangatkan badan dan mengganjal perut Anda.

“Bahan nomor satunya saya memakai bengkoang, jadi beda sama lumpia lain yang memakai rebung,” kata Alen, penjual lumpia basah ini yang sedang sibuk memasak.

Bir kocok asli Bogor, saingannya bir pletok

Anda juga bisa mencoba minuman khas Bogor, yaitu bir kocok di Gang Aut. Gang ini terletak di perbatasan Jalan Suryakencana dan Jalan Siliwangi. Beberapa pedagang seperti soto mie, bakso, serabi, dan rumah makan dengan berbagai menu pun juga berjejeran di sini.

“Dulu kakek saya yang berjualan di sini tahun 1986. Saya generasi ketiga yang berjualan bir kocok ini,” kata Eman, sang penjual.

Jangan membayangkan bir, minuman beralkohol, yang dikocok saat mendengar nama bir kocok. Ini adalah saingan bir pletok Betawi. Bir kocok menggunakan bahan-bahan seperti jahe, kayu manis, gula pasir, dan gula aren. “Harganya cuma Rp 3.000 kok, Mas, segelasnya,” tambahnya.

Bir kocok memang disajikan dengan es batu. Sluurp! Hmm.. meski memakai es batu, rasa hangat dari jahenya yang sungguh terasa. Jika biasanya minuman lain menghangatkan di tenggorokan, maka bir kocok ini hangatnya terasa di dalam dada.

“Kalau mau beli untuk oleh-oleh juga bisa, harganya Rp 10 ribu satu botolnya. Kita memang berjualan dengan gerobak dari dulu. Ada dua gerobak penjual bir kocok, satu saya di sini dan kakak saya di Jalan Roda,” tambah Eman.

Bakso kikil Pak Jaka, tidak pernah sepi pembeli!

Selain itu, satu ada lagi kuliner yang terkenal di Gang Aut ini adalah bakso kikil Pak Jaka. Letaknya berada di emperan jalan dengan gerobak besar. Para pembeli yang ingin mencoba bakso ini, bisa duduk di bangku-bangku plastik yang disediakan. Apa rasanya ya?

“Bakso ini terkenal, tidak pernah sepi. Dagingnya enak dan banyak, Mas,” kata Aos yang mengaku pembeli setia bakso ini.

Memang, bangku-bangku plastik yang disediakan di gerobak bakso kikil Pak Jaka tak pernah kosong. Selalu saja ada yang mengisi, baik itu orang tua atau para remaja. Wah, harus sabar ya kalau mau mencoba mencicipi bakso terkenal ini.

“Harganya Rp 10 ribu kalau pakai bakso saja, tapi kalau pakai kikil Rp 17 ribu, Kang,” kata Ipul, penjual bakso kikil Pak Jaka yang sedang sibuk mengantarkan pesanan.

Yang harus diingat bagi traveler muslim, beberapa rumah makan di sini ada yang mengandung babi. Ada baiknya Anda bertanya dulu kepada penjual tentang kandungan makanannya. Tapi, ada beberapa rumah makan yang menempelkan peringatan kandungan babi di depan tokonya. Salah satunya adalah Rumah Makan Soto Mie Agih.

“Kita sudah menempelkan tulisan ‘mengandung babi’. Jadi orang-orang yang makan di sini sudah bisa lebih tahu dan tidak akan merasa tertipu,” kata pemilik rumah makan tersebut, Agih.

Jalan Suryakencana memang surganya traveler yang gemar wisata kuliner di Bogor. Kawasan Chinatown ini wajib Anda masukan dalam agenda perjalanan selanjutnya. Selamat berburu kuliner, dan jangan lupa dibungkus untuk keluarga di rumah ya!

Sumber: Detik

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s